Rabu, 29 Februari 2012

Penjelasan dan Keragaman Budaya Indonesia



Keanekaragaman budaya bangsa Indonesia dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di sekolah, kantor, rumah sakit, pasar, dan di tempat rekreasi. Apa yang kamu ketahui tentang pengertian budaya? Ya, budaya merupakan hasil daya cipta, rasa, dan karsa manusia. Keanekaragaman budaya yang ada melahirkan kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda antara satu suku dengan suku yang lain. Kebudayaan yang dimiliki oleh setiap suku bangsa disebut kebudayaan daerah.
Keanekaragaman yang dapat dilihat dalam bentuk-bentuk budaya tiap daerah, antara lain rumah adat, upacara adat, pakaian adat, makanan khas, tarian daerah, alat musik tradisional, seni pertunjukan, senjata tradisional, dan lagu daerah.
1. Rumah Adat
Setiap suku di Indonesia mempunyai ciri khas dalam bentuk bangunan rumah adat sesuai dengan budaya dan lingkungan tempat tinggalnya. Rumah adat adalah bangunan rumah asli masyarakat di suatu daerah tempat dilaksanakannya upacara adat. Biasanya sebuah rumah dibangun berdasarkan keadaan muka bumi dan iklim wilayah. Contohnya, rumah adat di Kalimantan biasanya berbentuk rumah panggung karena penduduknya lebih banyak tinggal di sekitar hutan. Rumah-rumah panggung mempunyai lantai yang ditinggikan, terkadang mencapai ± 15 meter, agar terhindar dari banjir dan gangguan binatang buas. Bagian bawah rumah panggung berfungsi untuk memelihara hewan piaraan. Sementara itu, di Papua terutama wilayah pantai dekat Australia, banyak rumah yang dibangun di atas air. Oleh karena kegiatan penduduk Papua sehari-hari kebanyakan berpusat di sepanjang aliran sungai atau di dataran rendah. Keuntungan rumah ini adalah lebih sejuk, namun untuk pergi ke mana-mana mereka harus menggunakan perahu.
Adapun nama-nama rumah adat di Indonesia di antaranya sebagai berikut.
2. Upacara Adat
Dalam masyarakat Indonesia dikenal beragam upacara adat, seperti upacara adat kelahiran, kematian, pernikahan, dan masih banyak lagi upacara adat yang lain. Biasanya upacara adat dipengaruhi oleh adat istiadat masing-masing daerah. Di bawah ini contoh upacara adat beberapa daerah di Indonesia.
3. Pakaian Adat
Pakaian adat merupakan pakaian yang digunakan oleh masyarakat di daerah tertentu. Pakaian adat mempunyai corak dan model yang beragam serta dilengkapi perhiasan. Pakaian adat sering digunakan dalam upacara perkawinan atau upacara-upacara penting lainnya. Setiap daerah mempunyai pakaian adat yang berciri khas dan model yang berbeda-beda, serta memiliki nama masing-masing. Misalnya Ulos dari Batak, Surjan dari Jogjakarta, Baju Bodo dari Sulawesi Selatan, Beskap dari Jawa Tengah, Kebaya dari Jawa Barat, dan sebagainya.
4. Makanan Khas
Kawan-kawan, keanekaragaman yang ada di Indonesia juga menyangkut tentang makanan daerah. Berikut ini nama-nama makanan khas beberapa daerah di Indonesia.
a. Gudeg, bajigur (DI Jogjakarta).
b. Oncom, dodol, pepes (Jawa Barat).
c. Ketoprak, kerak telor, karedok (Jakarta).
d. Rujak cingur, lontong balap (Jawa Timur).
e. Rumpu rampe (Flores).
f. Rendang (Sumatra Barat).
g. Bubur manado (Sulawesi Utara).
5. Tarian Adat
Kawan-kawan, adakah di antara kamu yang mempunyai kegemaran menari? Ya, tarian adalah pertunjukan seni gerak yang indah. Kembangkan terus bakat menarimu itu. Belajarlah dari temanmu yang pandai menari. Kamu juga bisa menyaksikan berbagai tarian di beberapa acara, baik langsung maupun melalui siaran televisi. Tarian terbagi dalam dua macam, yaitu tari kreasi baru dan tari daerah. Tarian daerah disebut juga tarian adat. Jenisnya bermacammacam, tergantung maksud dan tujuan ditampilkannya tarian tersebut. Satu daerah bahkan mempunyai bermacam-macam tarian adat. Adapun maksud dan tujuan tarian dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Tarian menyambut tamu atau tarian selamat datang Contoh: Tari Andeen (Bengkulu), Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan), Tari Baluba (Sulawesi Tenggara), Tari Kalanda (Sulawesi Tengah), Tari Bosara (Sulawesi Selatan), dan Tari Gong (Kalimantan Timur).
b. Tarian untuk kesembuhan dan keselamatan
Contoh: Tari Pamonte di Sulawesi Tengah (panen yang bagus), Tari Pendet di Bali (persembahan kurban), Tari Piring di Sumatra Barat (suasana gotong royong), dan Tari Sodoran di Bromo/Tengger setiap pertengahan bulan purnama.
c. Tarian untuk perang
Contoh: Tari Beksan Lawung Agung (Jawa), Tari Cakalele (Maluku), Tari Kuda Gepang (Kalimantan Selatan), dan Tari Mpaa Ampari (Nusa Tenggara Barat).
Untuk lebih memperkaya pengetahuan kalian tentang tarian adat, lihatlah tabel di bawah ini.
6. Alat Musik Tradisional
Indonesia mempunyai berbagai jenis alat musik daerah. Masing-masing alat tersebut memiliki ciri khas dalam hal nama, bentuk, bahan, dan cara memainkannya. Di bawah ini beberapa contoh alat musik daerah di Indonesia.
a. Gerdek berasal dari Kalimantan, berbentuk seruling tempurung dan cara memainkannya dengan cara ditiup.
b. Angklung berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu dan cara memainkannya dengan digoyang.
c. Sasando berasal dari Nusa Tenggara Timur, berbentuk alat musik petik.
d. Telempong Pacik berasal dari Sumatra Barat, berupa alat musik pukul berbentuk gong-gong kecil.
e. Saluang dari Minangkabau berupa alat musik tiup berbentuk seruling kecil.
f. Tifa berasal dari Maluku dan Papua, berbentuk alat musik pukul berupa gendang.
g. Rebab berasal dari Jawa Barat, berbentuk alat musik gesek.
h. Aramba berasal dari daerah Nias, berbentuk bende.
i. Babun berbentuk kendang berasal dari Kalimantan Selatan.
j. Gamelan terdapat di Jawa dan Bali, berbentuk seperangkat alat musik.
k. Kolintang berupa alat musik pukul, terdapat di Sulawesi Utara.
7. Seni Pertunjukan
Setiap daerah di Indonesia juga mempunyai seni pertunjukan yang merupakan cerminan budaya mereka, karena dalam seni pertunjukan terdapat dialog, tari, musik, pakaian yang mewakili tiap daerah. Berikut ini contoh seni pertunjukan beberapa daerah di Indonesia.
a. Wayang orang terdapat di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Wayang orang mengambil cerita Mahabharata, Ramayana, serta cerita dalam kehidupan sehari-hari.
b. Wayang kulit terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wayang ini terbuat dari kulit yang dimainkan oleh dalang.
c. Wayang golek terdapat di Jawa Barat. Wayang ini berbentuk boneka yang dimainkan oleh dalang.
d. Ketoprak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cerita yang diambil dari sejarah kerajaan-kerajaan masa lampau.
e. Ludruk di Jawa Timur, bercerita tentang kehidupan sehari-hari dengan mengambil tokoh tertentu.
f. Tarling di Cirebon, mirip dengan ludruk.
g. Sintren di Jawa Tengah berbentuk permainan yang mengandung unsur gaib.
h. Randai di Sumatra, berupa nyanyian yang disertai gerak tari dan silat.
i. Reog di Ponorogo, pemainnya memakai topeng kepala harimau sering disertai dengan kuda kepang. Arak-arakan Reog Pono-rogo tersebut sebagai peringatan perjalanan Raja Kelana Sewandana ke Daha untuk melamar putri Raja Daha.
8. Lagu Daerah
Sebuah tarian atau seni pertunjukan menjadi lebih indah bila didukung dengan nyanyian. Indonesia kaya dengan lagu-lagu daerah. Berikut ini beberapa nama lagu dari daerah-daerah di Indonesia.
9. Senjata Tradisional
Senjata tradisional adalah senjata yang umumnya dimiliki setiap suku bangsa di Indonesia. Senjata tradisional juga digunakan sebagai kelengkapan tarian adat, pakaian adat, dan upacara adat. Perhatikan contoh senjata tradisional pada gambar berikut!
Sumber :
Saptiarso, Eko Setiawan, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 4 : untuk SD dan MI Kelas IV, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 77 – 86.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar